aikh ‘Abdul Muhsin al-‘Abbadhafizhahullah, asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah….”_
 

*Asy-Syaikh al-‘Allamah Muhammad bin ‘Abdullah as-Subayyil –imam al-Masjidil Haram Makkah-rahimahullah berkata,*

فإن فضيلة الشيخ ربيع بن هادي المدخلي الأستاذ بالجامعة الإسلامية بالمدينة المنورة من العلماء المعروفين، والدعاة المشهورين في الأوساط العلمية في المملكة العربية السعودية، وقد عرف بتمكنه في علوم السنة وغيرها من العلوم الشرعية، ولفضيلته جهود كبيرة في الدعوة إلى الله سبحانه وتعالى على منهج السلف الصالح، والدفاع عن العقيدة السلفية الصحيحة، والرد على المخالف لها من أهل البدع والأهواء بما يذكر لفضيلته فيشكر.

_“Sesungguhnya fadhilatus syaikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali seorang Profesor di Universitas Islam Madinah tergolong ‘ulama yang terkenal dan da’i yang kesohor dalam ruang lingkup keilmuan di Kerajaan Saudi Arabia. Sungguh beliau telah dikenal akan kemapanannya di bidang ilmu as-Sunnah (hadits) dan selainnya dari berbagai disiplin ilmu agama. Beliau mempunyai jasa yang besar dalam hal dakwah di jalan Allah yang tegak di atas manhaj as-Salafush Shalih, (sebagaimana pula) mempunyai jasa besar yang patut disyukuri dalam membela aqidah salafiyah yang benar dan membantah orang yang menyelisihinya dari kalangan ahlul bid’ah wal ahwa’.”_

 

Mungkin saja di antara pembaca ada yang berseloroh, “Para ‘ulama tersebut khan sudah wafat, tentunya mereka tidak tahu perkembangan terakhir tentang asy-Syaikh Rabi’, sehingga perkataan mereka itu tidak bisa dijadikan dasar lagi. Coba sebutkan pujian para ‘ulama terkemuka yang masih hidup saat ini!”

 

Baiklah, sebelum saya menyebutkan pujian para ‘ulama sunnah terkemuka yang masih hidup saat ini terhadap asy-Syaikh Rabi’ hafizhahullah, ada satu hal penting yang perlu diperhatikan, yaitu tidaklah kematian seorang ‘ulama menjadikan pujian yang pernah dia berikan terhadap seseorang seketika itu juga gugur. *Pujian itu akan terus berlaku selama tidak tampak pada seorang yang dipuji tersebut hal-hal yang membatalkannya. Demikianlah hakikatnya dengan asy-Syaikh Rabi’ hafizhahullah, pujian dari para ‘ulama yang telah wafat tersebut tidaklah gugur seketika dengan wafatnya mereka, karena tidak didapati -sejauh yang kami ketahui dan yakini- hal-hal yang membatalkannya.* Apabila pola pikir si penanya tersebut diterapkan secara pukul rata, maka akan gugurlah seluruh pujian yang pernah dikeluarkan oleh para ‘ulama terhadap seseorang seiring dengan kematian mereka, dan ini menafikan sikap adil dan hikmah.

 

*Adapun pujian para ‘ulama terkemuka yang masih hidup saat ini terhadap asy-Syaikh Rabi’ hafizhahullah maka cukup banyak, di antaranya adalah sebagai berikut,*

*Asy-Syaikh al-‘Allamah Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah berkata,*

كذلك من العلماء البارزين الذين لهم قدم في الدعوة، فضيلة الشيخ عبدالمحسن العباد، فضيلة الشيخ ربيع هادي، كذلك فضيلة الشيخ صالح السحيمي، كذلك فضيلة الشيخ محمد أمان الجامي، إن هؤلاء لهم جهود في الدعوة والإخلاص، والرد على من يريدون الإنحراف بالدعوة عن مسارها الصحيح، سواء عن قصد أو عن غير قصد، هؤلاء لهم تجارب ولهم خبرة ولهم سبر للأقوال ومعرفة الصحيح من السقيم، فيجب أن تُروَّج أشرطتهم ودروسهم وأن ينتفع بها؛ لأن فيها فائدة كبيرة للمسلمين.

_“Demikian pula, di antara para ulama’ ternama yang mempunyai peran besar dalam dakwah ini adalah Fadhilatusy Syaikh ‘Abdul Muhsin al-‘Abbad, Fadhilatusy Syaikh Rabi’ bin Hadi, Fadhilatusy Syaikh Shalih as-Suhaimi, dan Fadhilatusy Syaikh Muhammad Aman al-Jami. Sesungguhnya mereka mempunyai peran besar dalam hal dakwah dan keikhlasan, serta membantah siapa saja yang ingin memalingkan dakwah dari jalannya yang benar, baik dengan sengaja maupun tidak sengaja. Mereka adalah orang-orang yang teruji, berpengalaman, dan mempunyai keahlian untuk mengukur (menilai) perkataan-perkataan, serta membedakan antara yang benar dengan yang salah. Maka kaset-kaset dan pelajaran-pelajaran mereka wajib dipromosikan dan diambil manfaat darinya, karena padanya terdapat faedah yang besar bagi kaum muslimin.”_

*Asy-Syaikh al-‘Allamah Muhammad bin ‘Abdul Wahhab al-Banna hafizhahullah ketika ditanya,*

“Apakah asy-Syaikh Rabi’ termasuk dari kibarul ‘ulama?” ma

Author: islamhariini.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *